Post Format

Metro TV 360: Apakah Kita Memerlukan Susu

Seberapa butuhkan tubuh kita akan asupan susu (sapi)? Saksikan penelusuran Metro TV yang sangat informatif di atas.

Beberapa fakta:
– Penelitian Harvard School of Public Health Study yang melibatkan 77.761 responden selama 12 tahun membantah manfaat susu (sapi) bagi kepadatan tulang.

– International Osteoporosis Foundation mendukung penelitian Harvard di atas dengan merilis data bahwa kasus Osteoporosis justru lebih banyak terjadi di negara-negara yang banyak megonsumsi susu (sapi) dan produk olahannya.

– Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa proses pasteurisasi mengubah kalsium pada susu (sapi) . Ketika susu diminum, kalsium bukannya diserap oleh tulang, tetapi justru menempel pada dinding pembuluh darah.
– Pengendapan kalsium di tempat yang semestinya ini akan menciptakan masalah baru, yaitu kalsifikasi pembuluh darah. Pembuluh darah menyempit dan semakin kaku.

– Konsep 4 sehat 5 sempurna sudah dihentikan sejak tahun 1995 karena ternyata susu (sapi) sebagai aspek ‘penyempurna’ ternyata dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan.

– Susu memanglah sumber protein dan kalsium. Tetapi bukanlah sumber kalsium satu-satunya.

– Orang asia pada umumnya mengalami intoleransi laktosa. Pernahkah Anda setelah minum susu sapi kemudian diare, muntah, atau mendapat gejala-gejala tidak menyenangkan lainnya? Jangan khawatir, hal tersebut normal. Berarti tubuh Anda termasuk yang mengalami intoleransi laktosa dan Anda tidak perlu memaksakan mengonsumsi susu sapi.

– Produk-produk susu yang memperkuat tulang selalu ditambahi pesan untuk latihan fisik secara teratur. Jadi sebenarnya yang memperkuat tulang Anda itu susunya ataukah latihan teratur yang Anda lakukan?

One comment

  1. Susu hanyalah untuk bayi, apapun spesies bayi itu. Susu manusia untuk bayi manusia. Susu kucing untuk bayi kucing. Susu anjing untuk bayi anjing. Dan begitu juga susu sapi, untuk bayi sapi. Dulu saya mengira kalau sapi memproduksi susu secara terus-menerus tanpa henti, seperti yang ada di game Harvest Moon (masih ingat?). Setelah saya lihat fakta di lapangan, realitanya tidak seperti itu. Hewan mamalia hanya memproduksi susu setelah mereka melahirkan, sebagai makanan/asupan satu-satunya bayi hewan tersebut. Seperti yang kita tahu, bayi belum bisa mengonsumsi apa-apa, kecuali susu ibunya. Maka dari itu, untuk mendapatkan susu sapi yang baru melahirkan, mau tak mau kita harus mencurinya dari bayi sapi yang memerlukan susu tersebut. Apabila anak sapi tsb laki-laki, entah akan dijual ke veal industry untuk dijadikan daging anak sapi, atau dibesarkan di rumah jagal. Bila perempuan, dibesarkan juga di peternakan agar bisa dieksploitasi saat sudah berumur seperti ibunya. Dan saat ibu mereka sudah tak bisa melahirkan dan memproduksi susu lagi, maka ia juga akan dijagal. Terus menerus lingkaran pencurian dan penjagalan ini berputar. Kecuali, kita mau jujur dan sadar. Bahwa susu hewan/spesies lain bukanlah untuk spesies kita, apalagi untuk yang sudah dewasa dan tidak membutuhkan susu lagi. Dan memang benar, susu spesies lain tidak cocok untuk spesies kita, seperti yang telah dipaparkan Ibu Dokter di atas.

    Reply

Leave a Reply

Required fields are marked *.